Hari itu tidak sabar rasanya untuk bisa cepat cepat ke Solo dan menyaksikan pagelaran yang untuk pertama kalinya diadakan pada malam hari ini. Momen spesial ini jatuh pada hari Sabtu 25 Juni 2011. Saya berencana untuk pergi bertiga dengan 2 sahabat saya, Gamal Hendro dan Budi Soemitro yang sama sama hobby memotret.
Beruntung sekali Budi bisa mengusahakan untuk dapat memperoleh kartu identitas panitia guna mempermudah akses kami meliput dan melakukan pemotretan sejak peserta melakukan persiapan.
Sesuai rencana kami berangkat terpisah, Budi akan menyusul kemudian dengan membawa seragam panitia dan kartu identitas kami bertiga. Meskipun acara baru akan dimulai malam hari, tapi kami sudah tidak sabar untuk berangkat sejak jam 1 siang dari Yogya.
Sesampainya kami di Solo, kami melakukan survey lokasi karnaval yang akan digelar di sepanjang jalan Slamet Riyadi dan rencananya akan ditutup untuk umum sejak jam 5 sore.
Kami sudah dapat membayangkan padatnya penonton di sepanjang jalan itu saat arak arakan berlangsung malam hari.
Setelah kami menemukan tempat untuk parkir, kami menuju gedung PLN, dimana para peserta melakukan persiapan dan dirias.
Karena Budi yang akan membawa kartu panitia belum sampai, maka kami hanya bisa menunggu di luar gedung sambil memperhatikan para peserta yang baru tiba.
Untuk peserta anak anak, umumnya mereka diantar oleh orang tua dengan membawa perlengkapan kostum yang membuat kami semakin tidak sabar untuk bisa segera masuk menyaksikan persiapan mereka.
Akhirnya Budi sampai juga dengan tergopoh gopoh karena merasa terlambat. Setelah menerima seperangkat tanda panitia, kami langsung masuk area panitia untuk berkeliling dan mencari sasaran untuk difoto.
Kagum akan kostum kostum yang mereka kenakan, terlebih setelah mendengar proses pembuatan nya.
Karena dikerjakan oleh masing masing peserta, maka terlihat hasilnya yang sangat rapih dan penuh detail .
Pembuatan dilakukan dalam beberapa bulan, karena harus melalui proses panjang dimana panitia berhak menilai dan menyetujui hasil akhirnya.Bukan main, tidak heran semua terlihat spektakuler dan cantik.
Solo Batik Carnival 2011 kali ini mengambil tema keajaiban legenda yang menampilkan keanekaragaman gaya, corak dan warna batik Indonesia. Empat legenda tersebut adalah Ande ande Lumut, Rara Jongrang, Ratu Pantai Selatan dan Ratu Kencana Wungu.
Selepas magrib, para peserta mulai membentuk barisan untuk segera turun ke jalan. Lampu lampu pada beberapa tubuh peserta membuat mereka semakin gemerlap.
Beruntung kami yang memiliki kartu dan seragam panitia, memperoleh kesempatan untuk bisa memperoleh lokasi strategis untuk dapat melakukan pemotretan, dimana arak arakan akan berhenti dan menampilkan suatu koreografi, dilengkapi dengan pencahayaan yang bukan main cantiknya.
Akhir dari rangkaian pawai yang diikuti oleh empat Putri Indonesia yang berada dalam kereta berhias, menambah semarak Solo Batik Carnival tahun ini.




Great Festival...<3
ReplyDeleteamazing blog... amazing shots
ReplyDelete